2 Tempat Angker Di Solo

2 Tempat Angker Di Solo

Dikenal sebagai kota yang kerap mendapat kunjungan dari para pelancong. Karena jarak antara Solo dengan Yogyakarta tidak begitu jauh, maka biasanya mereka yang mengunjungi Yogya akan mampir sebentar ke kota ini.

Berikut ini 2 Tempat Angker Di Solo :

Hotel Paragon

Tempat angker pertama yang ada di Solo adalah Hotel Paragon. Kenapa hotel ini dikatakan angker? Karena kabarnya banyak orang yang menginap di hotel ini sering mendapat gangguan gaib yang membuat mereka menjadi tidak betah berlama-lama untuk menginap.

Hotel yang berlokasi di Jl. Dr. Sutomo, Mangkubumen, Banjarsari, Solo ini juga kerap menghadirkan suara-suara misterius, misalnya seperti suara tangisan perempuan, bunyi keran air yang mengalir, sofa kamar yang tiba-tiba bergeser, serta sejumlah keganjilan lainnya.

baca juga artikel berikut ini : Jajanan Khas Garut Paling Populer

Menurut masyarakat sekitar, alasan kenapa hotel ini begitu angker adalah karena dulunya hotel ini merupakan sebuah rumah sakit yang berdiri sejak zaman Belanda. Oleh sebab itu, maka tidak mengherenkan jika hotel yang diresmikan pada Januari 2011 ini begitu angker.

Mess Arseto

Pada era Galatama, Arseto Solo merupakan klub sepak bola yang begitu disegani di Indonesia. Beberapa pemain tenar hadir membela tim ini. Sebut saja Rochy Putiray, Nova Arianto, hingga I Komang Putra sempat membela klub kebanggaan warga Solo ini.

Prestasi yang ditorehkan oleh klub yang berdiri pada tahun 1978 ini pun cukup gemilang. Mulai dari menjuarai Piala Liga 1 pada tahun 1985 hingga menjuarai turnamen antarklub ASEAN pada tahun 1993.

Selain telah berjuang mengharumkan nama Solo di kancah sepak bola nasional dan internasional, ternyata para pemain Arseto juga harus sekalian berjuang untuk melawan rasa takutnya terhadap keberadaan hantu.

baca juga artikel berikut ini : Oleh-Oleh Rasa Nikmat Dan Lezat Di Tanjung Pinang

Pasalnya, di mess klub Arseto ini menjadi salah satu tempat angker yang sudah terkenal sejak zaman dulu. Hal itu disebabkan sebelum dijadikan sebagai mess pemain, bangunan ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit yang diberi nama Rumah Sakit Kadipolo.

Rumah sakit yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono X ini awalnya dibangun khusus untuk abdi dalem Keraton Solo. Namun, pada 1948, pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah setempat hingga pada tanggal 24 April 1977, bangunan ini dialihfungsikan menjadi sekolah keperawatan yang hanya bertahan lima tahun.