3 Cara Menanam Kangkung

3 Cara Menanam Kangkung

Tanaman kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia sebab harganya yang tidak terlalu mahal. Cara menanam kangkung juga cukup mudah dilakukan.

Untuk membudidayakan tanaman kangkung, ada dua jenis kangkung yang dikenal di pasaran, yakni kangkung darat dan kangkung air.

Di bawah adalah 3 Cara Menanam Kangkung :

Menyiapkan Benih

cara menanam kangkung hidroponik

Cara menanam kangkung darat yang pertama adalah menyiapkan benih. Benih merupakan faktor penting dalam budidaya kangkung darat organik. Ada banyak jenis benih yang dapat kamu gunakan untuk memulai langkah usaha budidaya kangkung organik.

baca juga artikel berikut ini : Cara Budi Daya Kangkung Darat

Terdapat beberapa jenis benih unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang didapat dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an.

Namun yang banyak beredar di pasaran saat ini adalah kangkung keluaran PT. Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo. Agak sulit memang untuk menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar di pasaran.

Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen. Pastikan juga tumbuhnya tegak setidaknya hingga usia 8 minggu, karena kangkung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar.

Siapkan Media Tanam

cara menanam kangkung air

Setelah menyiapkan benih kangkung berkualitas, maka cara menanam kangkung selanjutnya adalah menyiapkan media tanam dengan cara mengolah lahan yang telah ditentukan.

Sekitar kurang lebih 3 minggu sebelum kamu memulai penanaman, olah lahan dengan cara mencampurkan tanah dan 10 ton pupuk kompos / pupuk kandang untuk setiap 1 hektar lahan.

Setelah itu kamu beri pengairan hingga terisi air setinggi kurang lebih 5 cm dan biarkan tergenang. Ketika air tergenang, kamu beri pupuk urea sebanyak 1 kuintal untuk 1 hektar lahan.

Selanjutnya, kamu juga harus membuat bedengan atau gundukan tanah dengan panjang 3 hingga 5 meter, dan lebar 0,8 hingga 1,2 meter.

Setelah itu kamu buat lubang dengan ukuran kurang lebih 15 hingga 20 cm, dan beri jarak antar gundukan tanah yang dibuat menjadi semacam selokan sepanjang 50 cm.

Tujuan dibuatnya gundukan tanah itu adalah untuk membantu proses kelancaran keluar masuknya air dan memudahkan pemeliharaan serta kegiatan lainnya agar mempercepat proses pertumbuhan.

baca juga artikel berikut ini : 4 Resep MPASI Perdana dari Buah-buahan

Sebelum memulai proses cara menanam kangkung, gemburkan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan untuk menanam dengan cara mencangkul ladang, memakai bantuan mesin juga lebih baik.

Lalu buatlah bedengan sesuai dengan tujuan budidaya. Buat jarak antar bedengan kurang lebih 30-50 cm dan sesuaikan dengan bentukan tanah.

Pemberian Pupuk

menanam kangkung agar cepat panen

Setelah proses pengolahan lahan sebagai media tanam selesai, cara menanam kangkung selanjutnya ialah menambahkan pupuk pada awal masa penanaman kangkung.

Untuk pupuk yang digunakan bisa memanfaatkan pupuk kandang ataupun pupuk kompos sebagai pupuk dasar untuk budidaya tanaman kangkung. Pemanfaatan pupuk kandang umumnya lebih fleksibel dan tidak rumit cara mengolahnya dibandingkan dengan pupuk kompos.

Pupuk kandang dianggap lebih praktis karena kamu tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara menyiapkan pupuk kompos membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

Kamu bisa menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam, sapi maupun kambing, namun disarankan untuk menggunakan pupuk kandang kotoran ayam. Karena kotoran ayam lebih cepat terurai, sehingga cocok untuk tanaman kangkung yang bersiklus panen cepat.