5 Jenis Jangkrik Di Dunia

5 Jenis Jangkrik Di Dunia

Ketika melihat hewan yang ada di Dunia ini jelas saja tidak terhitung jumlahnya, karena bervarian banget. Apalagi sejenis hewan saja memiliki pembagian spesies lain tergantung dari bentuk tubuh hingga tempat tinggal masing-masing spesies atau mungkin ciri khas yang dimilikinya.

Bahkan itu tidak terkecuali seperti jenis jangkrik yang pada dasarnya bisa ditemukan cukup mudah di pedesaan, namun ternyata cukup banyak juga perbedaan dari masing-masing jangkrik tersebut

Di bawah adalah 5 Jenis Jangkrik Di Dunia :

Jangkrik Alam

Jangkrik Alam

Pertama yaitu jangkrik alam yang tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan karena memang ini mudah banget ditemukan di sekitaran. Jangkrik berikut suka tinggal di daerah lembab seperti sawah, ladang, samping rawa dan lainnya.

baca juga artikel berikut ini : Makanan Khas Brebes

Jangkrik ini di Indonesia banyak yang membudidayakannya, karena memang cara mengetahui siklus hidup jangkrik tidaklah sulit dan mereka cuman butuh waktu 28 hari saja untuk panen. Hewan ini juga cocok sebagai pakan burung ataupun ikan.

Jangkrik Kalung

Jangkrik Kalung

Kemudian ada jangkrik kalung yang juga termasuk golongan banyak diperdagangkan. Hewan ini memiliki ciri paling menonjol diantara jenis lainnya, yakni ketika masih kecil akan memiliki garis putih melingkar di tubuhnya.

Dan ketika sudah mulai dewasa kaki dan lehernya akan mulai mengeras dan warna putih pada tubuhnya mulai berubah menjadi hitam. Saat malam hari jangkrik dewasa akan mengeluarkan suara dan itu berisik banget, sampai-sampai mengganggu kualitas tidur anda.

Jangkrik ini memiliki masa panen cukup cepat juga, hanya butuh 25 – 30 hari sudah bisa panen, terhitung dari sejak pertama menetas dari telurnya. Sedangkan kelebihan dari jangkrik jenis ini yaitu bisa dijadikan alat pengusir tikus karena suara nyaringnya dari gesekan sayap.

Jangkrik Jerabang

Jangkrik Jerabang

Untuk hewan berikut berlawanan dengan jaliteng, dan warnanya lebih didominasi oleh warna merah. Jangkrik tersebut memiliki tubuh yang kokoh akan tetapi bukan pemberani, suaranya nyaring namun agak ampang dan kurang gesit, namun mudah juga dipelihara.

baca juga artikel berikut ini : 3 Jenis Cicak Di Indonesia

Ukurannya sedang dan bisa dikatakan lebih kecil ketimbang jangkrik jaliteng, dan bukan cuman dijadikan sebagai pakan burung saja, melainkan ada beberapa yang menjadikannya sebagai pakan ikan di aquarium atau untuk memancing.

Jangkrik Gangsir

Jangkrik Gangsir

Lalu ada jangkrik gangsir dimana jenis ini merupakan salah satu pakan paling rekomendasi dalam cara merawat burung agar rajin berkicau. Gerakannya memang tidak gesit, mudah stres, mudah mati juga namun memiliki kualitas suara yang cukup nyaring, namun tak berirama.

Jangkrik Kidang

Jangkrik Kidang

Dulu memang langka banget, namun sejak mendapatkan pembudidayaan menjadikan populasinya terselamatkan. Jangkrik ini memiliki kandungan protein yang sangat banyak dan dibutuhkan burung kicau dalam menjaga suaranya.

Jangkrik ini memiliki suara nyaring terlebih pada saat musim kawin, dimana mereka akan saling bersahutan untuk menarik lawan jenisnya. Selain itu, jangkrik ini juga tidak butuh masa panen lama, kurang lebih sebulan saja sudah cukup matang.