Gorila Terbesar Di Dunia

Gorila Terbesar Di Dunia

Gorila merupakan primata terbesar yang termasuk dalam kategori omnivora. Hewan bertubuh besar ini sering mendapat peran utama dalam sejumlah film Hollywood, seperti King Kong, Rise of the Planet of the Apes, sampai dengan film The Rock terbaru yang berjudul Rampage. Popularitas hewan yang satu ini memang melebihi spesies primata lainnya.

Di bawah adalah Gorila Terbesar Di Dunia :

Gorila Pegunungan (Mountain Gorilla)

Gorila Pegunungan Gorila Terbesar di Dunia

Dari beberapa jenis gorila terbesar di dunia, gorila pegunungan ini adalah jenis yang terancam punah. Di tahun 2016, tercatat hanya 880 ekor gorila pegunungan saja yang tersisa di dunia. Sub-spesies gorila timur ini mengalami kepunahan karena habitatnya hancur akibat gunung berapi, peperangan, perburuan, sampai penyakit.

baca juga artikel berikut ini : 5 Jenis Madu Asli Indonesia

Sesuai dengan namanya, gorila pegunungan selalu tinggal di pegunungan pada ketinggian 8.000 – 13.000 kaki. Bulu tebalnya membantu mereka bisa hidup di wilayah dataran tinggi yang suhunya sangat rendah.

Sayangnya, karena habitatnya terus dirusak oleh manusia, maka gorila pegunungan ini harus tersingkir dan tinggal di tempat yang bukan habitatnya. Tempat tinggal yang tidak sesuai untuk mereka membuat nyawa gorila pegunungan terancam. Diperkirakan, di akhir abad ke-20 gorila pegunungan ini bisa mengalami kepunahan.

Gorila Dataran Rendah Timur (Eastern Lowland Gorilla)

Gorila Dataran Rendah Timur

Gorila dataran rendah timur atau yang dikenal dengan nama Gorila Grauer adalah jenis gorila terbesar di dunia. Bahkan, jenis inilah yang paling besar dibanding jenis gorila lainnya. Tubuhnya besar dan bulunya hitam pekat seperti gorila gunung. Selain itu, penampakan Gorila Grauer ini memiliki tubuh yang kekar, tangan yang besar, dan moncong yang pendek.

Sangat disayangkan bahwa perkiraan jumlah gorila dataran rendah timur ini hanya tersisa 3.800 ekor saja. Kerusuhan sipil di Republik Demokratik Kongo menjadikan Gorila Grauer dan Gorila Gunung sebagai korbannya. Hutan hujan tropis yang menjadi habitat alami gorila jenis ini rusak akibat kerusuhan dan penggunaan tempat tinggal bagi manusia.

baca juga artikel berikut ini : Seangga Dengan Sengatan Paling Mematikan

Selama kerusuhan, Gorila Grauer juga sangat rentan terhadap risiko perburuan. Bahkan, Taman Nasional Kahuzi-Biega yang merupakan rumah bagi sejumlah besar populasi gorila dataran rendah timur juga tidak luput dari perburuan liar tersebut. Namun, dengan bantuan WWF dan organisasi lain, taman nasional yang merupakan tempat tinggal bagi gorila dataran rendah timur ini menjadi lebih aman.

Gorila Dataran Rendah Barat (Western Lowland Gorilla)

Gorila Dataran Rendah Barat

Jika gorila dataran rendah timur adalah subspesies gorila terbesar di dunia, lain halnya dengan familinya yaitu Gorila Dataran Rendah Barat yang merupakan subspesies gorila terkecil. Meskipun ukuran tubuhnya paling kecil dibanding jenis gorila lainnya, western lowland gorilla ini adalah salah satu mamalia terbesar dan terkuat di darat.

Ciri-ciri fisik Gorila Dataran Rendah Barat adalah kulitnya hitam pekat, rambut kasar menutupi seluruh tubuhnya, dan tidak memiliki ekor. Jenis gorila ini sangat suka berkelompok. Setiap kelompok Gorila Dataran Rendah Barat pasti dipimpin oleh satu atau lebih pejantan.

Meskipun subspesies gorila ini belum masuk kategori hampir punah, tetapi jumlah Gorila Dataran Rendah Barat di dunia menurun lebih dari 60 persen selama 20-25 tahun terakhir. Penyebab dari menurunnya jumlah Gorila Dataran Rendah Barat adalah perburuan dan penyakit.