Hewan Mematikan di Alam Semesta

Hewan Mematikan di Alam Semesta

Siapa yang kuat dia yang menang, itulah hukum rimba. Di alam liar, ada banyak satwa dan tumbuhan yang memiliki sistem pertahanan tubuh dan senjata pembunuh untuk dapat bertahan hidup dan tidak menjadi korban dalam rantai makanan yang ada.

Di bawah ini adalah Hewan Mematikan di Alam Semesta :

Mamba Hitam

Mamba Hitam

Meskipun spesies seperti king cobra dianggap sangat berbahaya karena racunnya, namun mamba hitam lebih mematikan karena kecepatannya. Spesies yang dapat tumbuh hingga 14 kaki ini adalah yang tercepat dari semua ular. Ia merayap dengan kecepatan hingga 12,5 mil per jam.

baca juga artikel berikut ini : Ikan Arwana Tercantik Di Dunia

Untungnya, mamba hitam biasanya hanya menyerang ketika terancam. Tetapi ketika menyerang, mereka akan menggigit berulang kali, menghasilkan cukup racun (campuran neuro dan kardiotoksin) dalam satu gigitan untuk membunuh sepuluh orang. Dan jika seseorang tidak menerima antivenin (antiracun) korelatif dalam 20 menit, gigitannya hampir 100 persen fatal.

Kerbau Afrika

Kerbau Afrika

Kerbau Afrika atau Cape Buffalo, yang jumlahnya sekitar 900.000, adalah spesies yang dianggap tak berbahaya ketika dibiarkan sendiri. Mereka lebih suka bepergian dalam kelompok besar untuk merumput di pagi dan sore hari atau untuk berkumpul di sekitar lubang berair agar tetap terhindar terhidrasi.

Namun, jika seekor kerbau Afrika terancam atau terluka, mereka menjadi penjelmaan dari julukan mereka: Black Death. Dari beberapa laporan, diketahui mereka sudah membunuh banyak pemburu di Afrika. Bahkan diketahui kerbau Afrika adalah hewan paling banyak membunuh pemburu dibanding binatang lainnya di muka bumi ini.

baca juga artikel berikut ini : Ikan Yang Hidup Di Air Payau

Hewan raksasa ini dapat tumbuh hingga hampir enam kaki tingginya dan berbobot hampir satu ton. Mereka juga dapat berlari dengan kecepatan hingga 35 mil per jam. Mereka tidak akan ragu untuk menyerang kendaraan yang bergerak dengan tanduknya.

Siput Kerucut atau Cone Snail

Cone Snail

Ditemukan di perairan hangat di daerah tropis. Makhluk-makhluk indah ini, yang langsung dapat dikenali dari cangkang marmer berwarna coklat dan putih yang sangat berharga, dapat ditemukan di kedalaman dangkal yang lebih dekat ke pantai, dekat terumbu karang dan formasi batuan, dan di bawah beting berpasir.

Tetapi jangan sekali-sekali berani menyentuh gastropoda yang panjangnya 4-6 inci ini. Gigi mereka yang tersembunyi dan mirip tombak mengandung racun kompleks yang dikenal sebagai conotoxin, menjadikannya salah satu spesies siput yang paling berbisa.