Makanan Khas Banten

Makanan Khas Banten

Banten adalah sebuah provinsi di bagian paling barat pulau Jawa, Indonesia. Serang adalah ibukota provinsi seluas 9.160 km persegi ini. Banten atau dahulu dikenal dengan nama Bantam merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam yang dikenal akan nilai toleransinya yang tinggi terhadap pemeluk agama lain. Provinsi yang sempat menjadi kota pelabuhan ini menyimpan cukup banyak potensi dan ciri khas.

Berikut adalah Makanan Khas Banten :

Angeun Lada

Makanan khas Banten yang pertama adalah angeun lada yang memiliki arti sebagai sayuran kuah pedas. Memang makanan ini dibuat dengan rempah alami dengan rasa yang kuat ditambah dengan cabai rawit yang dihaluskan

baca juga artikel berikut ini : 3 Gunung Terindah Di Cilegon

Sekali mencicipinya maka anda akan ketagihan dengan rasa pedas dan gurihnya santan. Umumnya masyarakat Banten menggunakan babat sapi atau tulang iga sapi untuk isi dari angeun lada. Bahan tersebut lantas diukep dan dibiarkan matang bersama kuahnya untuk mendapatkan citarasa yang meresap sampai ke dalam.

Oleh karena itulah kenikmatan dari sayur ini berada pada saat isap-isap balungan iga dan juga babat sapi. Sayur ini juga selalu hadir dalam perayaan tasyakuran adat Banten. Oleh karena itulah masakan ini sering dimasak bersama-sama ketika ada perayaan.

Rabeg

Rabeg bisa dibilang sebagai menu Arabnya orang Banten. Rabeg memang mengadaptasid ari makanan dari Arab karena memiliki rasa yang pedas namun penuh akan rasa rempah khas Indonesia di dalamnya.

Rabeg menggunakan bahan olahan kambing mulai dari dagingnya hingga jeroannya dimasak dengan berbagai bumbu khususnya cabai dan jahe untuk mendapatkan sensasi pedasnya. Bahan olahan kambing tersebut dimasak dalam waktuyang lama hingga bisa menghilangkan bau kambing namun tetap memiliki tekstur yang empuk dan juga bumbu yang meresap sampai kedalamnya.

baca juga artikel berikut ini : Tanaman Buah Rambutan Di Indonesia

Rabeg mulai banyak ditemukan di pinggir jalan kota Banten sehingga tak sulit untuk menemukannya. Adapun tingkat kepedasannya bisa dipilih sesuai dengan seleranya. Pastinya rabeg akan membuat lidah anda bergoyang dan sensasi pedasnya membuat ketagihan.

Makanan ini cocok untuk dikonsumsi bersama dengan nasi khas Arab juga yakni nasi kebuli yang juga menggunakan olahan kambing untuk membuatnya.

Sate Bandeng

Sate bandeng mempunyai rasa yang jauh berbeda dengan sate ayam maupun sate kambing karena mulai dari proses pembakarannya sudah melewati proses yang panjang sehingga ketika disantap yang adalah rasa nagih dan nagih untuk bisa mencicipinya kembali.

Bandeng memang banyak ditemukan di wilayah Banten khususnya serang. Oleh karena itulah asyarakat memanfaatkannya untuk bisa disate. Meskipun banyak yang heran mengapa tidak digoreng atau dibakar saja akan tetapi nyatanya sate bandeng lebih bisa menarik pengunjung untuk mencicipinya.

Cara pembuatannya pertama dengan memilih bandeng sesuai dengan usia yang layak untuk dimakan. Kemudian daging ikan disisik dan dipukul hingga remuk tulang-tulangnya.

Setelah hancur kemudian daging ikan diberi bumbu rempah khas Banten yang terkenal pedas dan manis. Barulah kemudian dibentuk kemudian ditusukkan ke bambu. Langkah selanjutnya tentu saja membakarnya layaknya sate lainnya.