Makanan Terenak Khas Banten

Makanan Terenak Khas Banten

Banten merupakan salah satu destinasi wisata liburan yang diminati oleh masyarakat ibukota. Provinsi seluas 9.160 km persegi ini dikenal sebagai kawasan dengan mayoritas penduduk beragama Islam dengan toleransi yang tinggi.

Provinsi yang pernah menjadi kota pelabuhan ini juga menyimpan potensi dan ciri khas yang tak dimiliki oleh provinsi lain, salah satunya adalah kuliner khasnya.

Berkut adalah Makanan Terenak Khas Banten :

Laksa Tangerang

Salah satu kuliner di Banten yang tak boleh ketinggalan adalah laksa tanggerang. Penampilan sajiannya memang sederhana karena hanya dengan mie putih yang disiram dengan kuah sayur kemudian ditaburi dengan suwiran ayam, kacang hijau, dan taburan daun kucai.

baca juga artikel berikut ini : Hotel Di Bukittinggi

Akan tetapi meskipun mempunyai penampilan yang sederhana akan tetapi dari rasanya tidak akan kalah dengan yang lainnya. Rempah alami pada kuah sayur diserap oleh mie putih sehingga terasa sedang menyantap sajian makanan bintang lima.

Sate Bebek Cibeber

Sate bebek memang sudah banyak ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia akan tetapi pernahakah anda mencoba sajian sate bebek cibeber? Jika belum maka segeralah mencicipinya ketika berkunjung ke Banten. Secara sekilas memang tidak ada perbedaan yang mencolok dari sate bebek ini.

Akan tetapi jika dilihat prosesnya makan akan ditemukan rasa yang berbeda yakni pada daging bebeknya. Hal ini dikarenakan daging bebek sebelum dibakar terlebih dahulu dibumbui sehingga ketika membakarnya tidak perlu menambahkan kecap atau bumbu lainnya. Rasa dari sate bebek cibeber begitu meresap sampai ke dalam dagingnya.

baca juga artikel berikut ini : 6 Jenis Ikan Hias Paling Mahal

Belum lagi dengan bumbu kacangnya yang sudah dicampur dengan berbagai macam bumbu rempah. Untuk mendapatkannya tidaklah sulit karena sudah banyak dijajakan di kota Banten khsusunya di Serang.

Nasi Sumsum

Nasi sumsum atau juga dikenal sebagai nasi sumsum bakar merupakan makanan khas Banten yang sudah lama dikenal oleh masyarakatnya. Bahkan ceritanya orang yang pertama kali membuatnya adalah orang yang bekerja di pemotongan hewan lantas setiap pulang dia membawa sisa tulang.

Di tangan istrinya sumsum yang ada dalam tulang tersebut dicampurkan dengan nasi yang kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar.