Mata Uang Terburuk Di Dunia

Mata Uang Terburuk Di Dunia

Tahukah Anda? Tidak semua negara dengan persediaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah lantas didapuk sebagai negara kaya. Sebuah negara dapat dikatakan “kaya” bukan karena melimpahnya SDA. Fakta yang justru mengherankan, negara dengan Sumber Daya Alam yang melimpah, khususnya minyak, malah memiliki nilai tukar mata uang yang cenderung rendah.

Berikut adalah Mata Uang Terburuk Di Dunia :

Egyptian Pound (EGP)

mata uang Egyptian Pound

Mesir menggunakan mata uang Pound sejak tahun 1834 silam. Pound Mesir sendiri jika dipecah menjadi subunit yang lebih kecil, atau disebut Piastre, bernilai sebesar 100 Piastre. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa 1 Pound Mesir = 100 Piastre, atau 1 Piastre setara dengan seperseratus Pound Mesir.

baca juga artikel berikut ini : Game Jadul Dingdong Dan Paling Seru di Android

Titik awal jatuhnya nilai mata uang Pound Mesir dimulai pada perkiraan tahun 1990 hingga 2010. Gejolak dalam negeri, fluktuasi harga minyak, serta kebijakan ekonomi yang buruk, menjadi faktor penyebab jatuhnya nilai tukar EGP terhadap USD.

Nigerian Naira (NGN)

mata uang Nigerian Naira

Mata uang terburuk di dunia kesembilan adalah Naira, mata uang resmi Nigeria sejak Januari 1971. Naira memiliki pecahan “saudara” yang disebut Kobo, di mana 1 Naira nilainya sama dengan 100 Kobo (1 Kobo = seperseratus Naira). Nigeria juga sempat mengeluarkan mata uang Pound, dengan nilai 1 Pound = 2 Naira. Namun, eksistensi mata uang ini tidak bertahan lama.

baca juga artikel berikut ini : Masker Mustika Ratu Terbaik

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Nigeria diketahui tengah bergejolak. Adanya perselisihan domestik dan penurunan harga minyak global lantas mengikis nilai tukar Naira, sedangkan 70 persen pendapatan pemerintah Nigeria berasal dari minyak. Kondisi ini pun diperparah dengan kegagalan Bank Sentral Nigeria dalam menangani inflasi.

North Korean Won (KPW)

mata uang Korean Won

Bagi penggemar drama Korea, istilah Won tentu tidak asing di telinga. Ya, Won adalah sebutan untuk mata uang Korea, baik itu Korea Utara maupun Korea Selatan. Bedanya, mata uang Korea Selatan disimbolkan dengan KRW, sedangkan mata uang Korea Utara disimbolkan dengan KPW. Meskipun demikian, baik itu 1 KRW maupun 1 KPW sama-sama bernilai 100 Jeon.

Kendati Won sama-sama digunakan oleh Korea Selatan maupun Korea Utara, nyatanya KPW-lah yang termasuk dalam daftar mata uang terlemah kedelapan versus Dolar AS. KPW pertama kali digunakan pada tahun 1947 sebagai pengganti Yen Korea. Saat ini, Won secara umum telah digunakan oleh penduduk Korea serta pengunjung asing yang menggunakan kartu debet.