Membuat Kesemek Kering

Membuat Kesemek Kering

Asosiasi Pariwisata Kota Koshuu menyelenggarakan acara membuat kesemek kering (korogaki) bersama setiap tahunnya. Kegiatan ini diselenggarakan di Kanzou Yashiki, sebuah bangunan cagar budaya yang dulunya digunakan sebagai tempat budidaya dan pengolah tanaman obat kanzou (licorice).

Berikut adalah Membuat Kesemek Kering :

Sejauh yang saya tahu, kesemek di sini terbagi menjadi dua jenis, jenis yang manis, dan jenis yang sepat pahit. Di pasaran, kita bisa membedakan dengan melihat bentuknya. Yang manis bulat pipih, hampir kotak bentuknya. Yang sepat dan pahit buahnya lebih besar dan bulat lonjong.  Untuk jenis yang kedua biasanya dijual dengan sisa tangkai pada buahnya. Tujuannya untuk memasang tali saat dikeringkan.
baca juga artikel berikut ini : Buah Yang Ternyata Mematikan
Kembali ke Kanzou Yashiki. Bangunan cagar budaya ini terletak tepat di sebelah utara stasiun Enzan. Saat saya tiba di sana, sudah banyak peserta lain yang berkumpul. Beberapa di antaranya adalah peserta yang rutin mengikuti kegiatan ini setiap tahunnya.
Sebelum memulai, saya diminta untuk mengenakan celemek dan sarung tangan plastik terlebih dahulu. Jika baju kita terkena noda/getah dari kesemek, susah untuk hilang.
Kegiatan kali ini dibagi menjadi 4 sesi. Pertama, mengupas buah kesemek. Kedua, menalikan buah kesemek. Ketiga, fumigasi dengan belerang. Keempat, menggantungkan buah kesemek.
Diluar dari apa yang saya bayangkan sebelumnya, ternyata membuat kesemek kering itu mudah. Hanya tinggal memotong sedikit bagian atas buah yang ada tangkainya, supaya lebih mudah ditali, dan mengupas kulitnya.
Setelah semua buah kesemek selesai dikupas, kami beristirahat sejenak sebelum masuk ke sesi berikutnya.  Pihak penyelenggara sudah menyediakan benang kasur yang sudah diikat berbentuk gelang, yang nantinya digunakan untuk menalikan dua buah kesemek di kedua ujungnya.
baca juga artikel berikut ini : 5 Cara Mengolah Daging Kurban
Setelah semuanya ditalikan, buah kesemek dikumpulkan untuk di-fumigasi dengan asap belerang. Tujuannya untuk menghilangkan kuman dan membunuh serangga. Penyelenggara menggunakan belerang karena banyaknya jumlah kesemek yang dibuat. Kurang lebih ada 1000 buah.
Kesemek-kesemek ini akan dikeringkan selama kurang lebih satu bulan. Sebisa mungkin dijaga supaya tidak terkena air, karena  bisa menimbulkan jamur. Selain itu dalam prosesnya, masing-masing buah ini nantinya akan diremas-remas secara berkala untuk mempercepat hancurnya zat tanin.