Ikan Air Tawar Patin Raksasa Mekong

Kamu mungkin sudah tahu bahwa beberapa hewan yang hidup di laut memiliki ukuran yang luar biasa besar. Contohnya tentu paus biru, hewan terbesar di dunia yang bisa tumbuh hingga sepanjang 32 meter dan berat 200 ton. Sementara gelar ikan terbesar dipegang oleh hiu paus, yang panjang maksimalnya sekitar 10 meter.

Berikut ini adalah Ikan Air Tawar Patin Raksasa Mekong :

Berapa ukurannya?

5 Fakta Patin Raksasa Mekong, Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia

Fakta pertama yang kamu ingin tahu pasti soal ukuran ikan ini. Laman National Geographic menyebut bahwa ukuran terbesar yang dicatat oleh Guinness Book of Records adalah hampir 3 meter dan bobot sekitar 293 kilogram!

baca juga artikel berikut ini : 6 Jenis Ikan Hias Paling Mahal

Hal itu tidak mengherankan karena ikan endemik Sungai Mekong ini punya tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Mereka bisa mencapai berat 200 kg hanya dalam 6 tahun. Gak heran jika penduduk setempat menyebut ikan ini sebagai Pla Buk, yang secara harfiah berarti ikan besar

Tidak punya kumis maupun gigi

5 Fakta Patin Raksasa Mekong, Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia

Patin raksasa Mekong memiliki nama latin Pangasianodon gigas. Mereka tergabung dalam famili Pangasiidae atau biasa dikenal sebagai patin hiu, seperti dilansir World Wildlife. Kalau kamu merasa ikan ini agak mirip ikan lele, itu wajar karena patin dan lele memang masih berkerabat.

baca juga artikel berikut ini : Air Terjun Pemandangan Indah Di Aceh

Namun tidak seperti ikan patin pada umumnya, patin raksasa mekong hampir tidak memiliki kumis alias semacam sungut yang biasa digunakan ikan patin untuk mendeteksi keadaan sekitar. Mereka juga tidak punya gigi. Karena itulah, meski berukuran raksasa, ikan ini relatif tidak berbahaya bagi manusia.

Melakukan migrasi yang sangat jauh setiap tahun

5 Fakta Patin Raksasa Mekong, Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia

Sesuai namanya, ikan ini adalah penghuni Sungai Mekong, sungai sepanjang 4.350 km yang mengalir dari Cina melewati Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, hingga Vietnam. Setiap tahun, mereka bermigrasi sejauh ratusan kilometer untuk berkembang biak.

National Geographic menyebut bahwa ikan ini diperkirakan menghabiskan banyak waktu di Danau Tonle Sap di Kamboja untuk mencari makan. Setelah itu mereka bermigrasi ke tempat perkembangbiakan di Thailand. Laman Extreme Science bahkan melaporkan bahwa ikan ini pernah tercatat menempuh jarak sekitar 1.000 km dari Laut Cina Selatan untuk berkembang biak.