Cara Budi Daya Kangkung Darat

Umumnya terdapat dua jenis kangkung yang dijual di pasar, yakni kangkung yang dipotong bagian akarnya dan juga kangkung yang masih terikat beserta akarnya. Lantas, apa perbedaannya? Kangkung yang telah dipotong akarnya adalah jenis kangkung air, sedangkan kangkung yang masih terikut akarnya adalah jenis kangkung darat. Kedua jenis kangkung ini sama sama mudah untuk dibudidayakan.

Berikut adalah Cara Budi Daya Kangkung Darat :

Pemilihan benih

Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Usahakan tidak menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun, karena produktivitasnya akan menurun.

baca juga artikel berikut ini : 3 Cara Menanam Kangkung

Alternatif benih yang bisa digunakan adalah varietas Sutera dan Bangkok yang sudah sangat baik di tingkat masyarakat atau varietas lokal yang memiliki daya penyesuaian lebih baik dibandingkan dengan varietas lain.

Persiapan lahan

Diawali dengan menggemburkan dan membersihkan lahan dari gulma. Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Tinggi bedengan 25-30 cm dengan jarak antar bedengan 50-60 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan.

baca juga artikel berikut ini : Menyimpan Buah Potong Agar Tetap Segar

Lahan selanjutnya diberi pupuk kandang dari kotoran sapi, kambing ataupun ayam. Pupuk dari kotoran ayam baik digunakan karena dapat terurai lebih cepat sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang memiliki siklus panen cepat. Pupuk ditebarkan di atas bedengan, kira-kira 10 ton per ha. Selanjutnya didiamkan selama 2-3 hari.

Pemeliharaan

Bagian pemeliharaan yang paling penting untuk dilakukan adalah pengairan. Kangkung darat ini sangat membutuhkan air, terutama jika ditanam saat musim kemarau. Sementara itu, kangkung darat sebenarnya tidak membutuhkan pemupukan tambahan, terlebih jika lahan tanam yang digunakan adalah bekas dari tanaman kacang-kacangan.

Pemupukan susulan hanya perlu dilakukan jika daun tanaman kangkung berwarna hijau pucat atau pudar. Kotoran ayam yang kaya akan nitrogen adalah pupuk terbaik untuk memupuk kangkung darat karena tanaman kangkung sangat responsif terhadap nitrogen.

Cara pemeliharaan lainnya adalah dengan mengendalikan OPT seperti gulma, hama dan juga penyakit. Pengendalian gulma cukup dilakukan dengan penyiangan. Sementara untuk mengendalikan hama dan penyakit, sangat disarankan untuk tidak menggunakan pestisida kimia. Pengendalian cukup dilakukan dengan cara mekanis seperti membuat perangkap ataupun menggunakan pestisida organik.