Menanam Kangkung Hidroponik Di Baskom

Tanaman kangkung tergolong dalam jenis sayuran yang dapat tumbuh subur di kawasan trpois seperti Indonesia, beberapa negara Asia, dan bahkan Australia.

Kangkung adalah salah satu tanaman yang pertumbuhannya cepat dan perawatan yang mudah. Biasanya kangkung dapat dipanen pada usia 3-4 minggu dari semai benih. Dan dapat dipanen dengan cara memotong batangnya, biarkan akar tetap menancap karena nanti akan tumbuh lagi hingga beberapa kali panen.

Berikut adalah Menanam Kangkung Hidroponik Di Baskom :

MENYEMAI BENIH KANGKUNG

Menyemai Kangkung

Ada dua cara dalam budidaya kangkung secara umum maupun hidroponik, yakni dengan menanam langsung pada media tanam, atau menyemainya terlebih dahulu. Bila menyemai dahulu setelah semai biasanya akan di pindah ke sistem hidroponik rakit apung, NFT, atau DFT. Untuk kali ini kita akan mempraktikkan cara yang pertama yaitu menanam kangkung hidroponik secara langsung. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini:

baca juga artikel berikut ini : 3 Manfaat Buah Kesemek Untuk Ibu Hamil

PERAWATAN TANAMAN KANGKUNG HIDROPONIK

Pemberian Nutrisi

Pada tahap perawatan, yang harus kamu amati yaitu kebutuhan nutrisi kangkung hidroponik, jangan sampai telat menambah atau memberikan nutrisi pada air dibawahnya.

baca juga artikel berikut ini :  Sayuran Hijau Dikonsumsi Masyarakat Indonesia

Saat kangkung sudah memasuki umur kurang lebih 2 minggu, berarti harus dilakukan penambahan nutrisi. Kamu harus menambah jumlah nutrisi yang awalnya hanya 5 ml per 1 liter, sekarang menjadi 10 ml per 1,5 liter. Ini sifatnya hanya menambah ya, air nutrisi ini bisa digunakan sampai panen, asal tidak bau. Jika berbau tak sedap, maka harus diganti. Lakukan secara rutin hingga panen.

PANEN KANGKUNG HIDROPONIK

Panen Kangkung

Setelah berumur 21 – 25 hari dan memiliki ciri – ciri tanaman yang sudah bisa dipanen, maka panen lah. Karena memang kangkung memiliki keunggulan waktu pertumbuhannya yang singkat.

Bila tidak segera di panen akan timbul rasa pahit getir pada batang dan daun tanaman kangkung tersebut. Ada pun cara menyimpan kangkung hidroponik yang sudah panen tapi tidak belum bisa mengolah atau menjual, maka pindahkan kangkung tersebut ke dalam baskom berisi air biasa. Tidak perlu menambahkan nutrisi AB Mix hidroponik.

Cara panennya pun ada 2 macam, yaitu dengan mencabut langsung sampai akarnya ikut (mati). Atau dengan memotong 2/3 bagian batang atas, dan beri nutrisi lagi maka dia akan tumbuh lagi. Untuk skala rumahan hal ini masih bisa diterapkan, sedangkan untuk skala kebun hidroponik tidak.