Tempat Angker Di Solo Paling Terkenal

Tempat Angker Di Solo Paling Terkenal

di soloKota yang secara resmi bernama Solo ini menurut sejarah berdiri sejak Keraton Kartasura mengalami kerusakan parah akibat peperangan yang terjadi antara Pakubuwono II dan Sunan Kuning pada 1742. Perang yang dikenal dengan nama Geger Pecinan itu akhirnya melahirkan sebuah kota yang diberi nama Surakarta.

Kota ini pun dikenal memiliki tempat-tempat yang dinilai angker dan gak sembarangan orang yang mampu menghadapi keangkeran yang menyelimutinya.

Berikut ini Tempat Angker Di Solo Paling Terkenal :

Taman Balekambang

Sekilas memang tidak ada yang aneh dengan taman yang satu ini. Namun, bagi masyarakat setempat, Taman Balekembang menjadi salah satu tempat yang dinilai angker. Taman peninggalan Sri Mangkunegoro ke-VII ini dibuka untuk umum pada tahun 1921.

baca juga artikel berikut ini : Kambing Terbaik Untuk Kurban

Di tempat ini, para pengunjung kerap mendapat gangguan dari makhluk gaib. Bukan sekali dua kali saja gangguan makhluk halus terjadi di sini, tetapi berkali-kali.

Salah satu momen yang paling mengerikan yang pernah terjadi di tempat ini adalah ketika diadakannya pementasan tari di panggung terbuka, tiba-tiba ada tambahan penari di panggung pentas yang tidak jelas dari mana datangnya. Sontak hal itu pun membuat orang-orang yang melihat dan mengetahui menjadi ketakutan.

Rel Bengkong (ikaayu_ikaiko)

Ketika kamu berjalan-jalan di pusat kota, kamu akan mendapatkan pemandangan di mana sebuah lintasan rel kereta api dibangun di tengah-tengah jalanan Kota Solo. Lintasan rel kereta api yang berada di Jl. Slamet Riyadi, Solo ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama rel Bengkong.

Lintasan rel kereta api ini dibangun oleh pemerintah Belanda dengan memberlakukan sistem kerja rodi pada masyarakat pribumi. Akibatnya, banyak para pekerja yang meninggal selama proses pembangunan rel tersebut.

baca juga artikel berikut ini : 6 Jenis Monyet Terlucu Dan Unik

Menurut warga sekitar, mereka kerap menjumpai kecelakaan yang dialami oleh para pengendara sepeda motor ketika melewati jalur ini, terutama pada musim penghujan ataupun menjelang magrib. Masyarakat tanah Jawa sendiri meyakini jika waktu magrib merupakan waktu yang rawan untuk berpergian lantaran banyaknya makhluk halus yang berkeliaran.